Email : alfin@taharica.com
Telp / WA : 0812 1248 2471

Bagaimana cara Pesawat Mengurangi Kecepatan?

Di dunia Penerbangan, semua komponen harus dapat bekerja dengan maksimal, bila tidak bekerja secara maksimal bukan tidak mungkin akan terjadi hal yang tidak di inginkan. Salah satu komponen yang penting adalah Pengereman. Pilot harus melakukan beberapa tahapan untuk melakukan pengereman / pelambatan. Tahapan-tahapan tersebut adalah:

  • Menggunakan Spoiler

Pertama, pilot akan menggunakan spoiler yang terdapat pada bagian atas sayap pesawat. Spoiler berguna sebagai airbrake (gaya hambat udara) untuk mengurangi daya dorong dan daya angkat pesawat, walaupun hanya terjadi sebagian perubahan pada kecepatan pesawat. Bagaimana jika pilot hanya menggunakan spoiler sebagai rem pesawat? Pastinya pesawat akan melaju sampai berkilo-kilometer dari batas akhir runway (landas pacu).

(Sumber : http://www.aripsusanto.com)
  • Menggunakan Flap

Flap atau biasa disebut sirip sayap adalah permukaan yang dapat dinaik turunkan yang terdapat di tepi belakang sayap pesawat. Pada saat pilot menurunkan flap maka kecepatan pesawat akan turun drastis (stall). Ukuran flap pada pesawat komersil biasanya lebih besar daripada spoiler dan gunanya juga sebagai gaya hambat udara (airbrake).

Jenis-jenis Flap (Sumber : Wikipedia.org)
  • Landing Gear
(Sumber : https://www.hydro.aero)

Tahukah kamu apa landing gear itu? Landing gear atau dalam bahasa Indonesia roda pesawat adalah bagian pesawat yang digunakan saat take off ataupun landing. Pada saat pesawat meninggalkan tanah/runway, pilot akan memasukkan landing gear ke dalam ruang landing gear. Apa gunanya? Gunanya adalah untuk mengurangi gaya hambat udara saat pesawat berada di langit pada kecepatan tinggi dan juga untuk mengurangi kerusakan pada landing gear saat melawan terpaan angin yang sangat kencang. Pada saat pesawat mau mendarat, barulah landing gear diturunkan yang gunanya untuk mengurangi sedikit kecepatan pesawat dan alas untuk mendarat pada saat touch down (menyentuh tanah). Selain untuk alas mendarat, landing gear juga dimanfaatkan sebagai gaya gesek terhadap landas pacu (drag). Sudah jelas, bukan? Dengan adanya landing gear akan ada gaya hambat udara sekaligus gaya gesek terhadap landas pacu. Suhu rem harus di bawah batas tertentu. Untuk menentukan suhu, sensor suhu non-kontak dari Micro-Epsilon digunakan dalam roda pendaratan. Teknologi sensor yang direkomendasikan adalah Sensor suhu inframerah untuk pengukuran universal. Sensor suhu IR dari seri  thermoMETER CT dapat digunakan dalam dunia penerbangan.

Karakteristik thermoMETER CT

  1. Temperature range -50-975 °C
  2. Spectral range 8-14μm
  3. Optics 15:1
  4. Ambient temperature -20-180°C
  5. Panjang Kabel 1m
  6. Sensor untuk industri logam
  7. Sensor untuk industri kaca
  8. Versi kecepatan tinggi
  9. Juga cocok digunakan di atmosfir yang berpotensi meledak
  • Reverse Thrust
(Sumber : Wikipedia.org)

Bagian pengereman ini menggunakan mesin jet pesawat. Bagaimana cara kerjanya? Mesin jet pesawat (thrust) memiliki daya dorong ke belakang untuk meningkatkan kecepatan pesawat, tetapi pada bagian ini mesin jet pesawat akan mengubah daya dorong sehingga angin dari mesin jet akan terdorong ke depan pesawat. Sudah pasti, jika angin yang super besar ini atau disebut juga jet blast, didorong ke depan akan mengurangi laju pesawat.

  • Autobrake

Ini merupakan bagian pengereman terakhir yang terdapat pada landing gear. Proses pengereman ini menggunakan rem hidrolik atau hampir sama dengan pengereman pada mobil biasa. Autobrake hanya digunakan saat kecepatan pesawat sudah lambat, jika autobrake digunakan saat touch down sudah pasti kanvas akan terbakar dan bisa-bisa pesawat tergelincir. Autobrake biasa digunakan saat landing ataupun take off.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *